MPLM Bahrul Ulum 2025: Lebih dari Sekadar Pengenalan, Ini Tentang Menyambungkan Diri

Bahrul Ulum, 14-15 Juli 2025

Yayasan Bahrul Ulum Umar Hadi – Pondok Pesantren Bahrul Ulum Besuk kembali menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah (MPLM) tahun 2025. Bertempat di bawah naungan Yayasan Bahrul Ulum Umar Hadi, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari satu malam, melibatkan seluruh santri Baru dari MTs. Syafiiyah dan MA. Bahrul Ulum, baik santri mukim maupun non-mukim.

Tidak seperti MPLM pada umumnya yang hanya berlangsung di pagi hingga siang hari, tahun ini MPLM dirancang lebih mendalam dan menyeluruh. Santri diwajibkan bermalam di lingkungan pesantren, menciptakan suasana akrab dan kekeluargaan yang lebih intens di antara peserta, panitia, dan para ustadz.

Bukan Sekadar Pengenalan, Ini Adalah Perjalanan Ilmu

Konsep MPLM tahun ini dibalut dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan namun tetap bermakna. Para peserta mengikuti berbagai sesi yang mencakup:

  1. Game Menalar Ilmu Pengetahuan
  2. Ilmu Sosial dan Dinamika Kelompok
  3. Manajemen Waktu ala Santri Produktif

Semua dikemas dalam bentuk yang interaktif dan komunikatif, membuat peserta aktif tanpa merasa terbebani. “Ini bukan MPLM biasa, ini adalah pembuka lembaran perjalanan ilmu,” ujar salah satu panitia.

Ngaji Sinyal Hati & Ziarah: Sentuhan Spiritual yang Menyentuh

Yang menjadikan MPLM ini istimewa bukan hanya soal kurikulumnya, tapi sentuhan spiritualitas yang diberikan. Dalam sesi Ngaji Al-Qur’an dan Ngaji Sinyal Hati, para santri diajak menyambungkan akal dan jiwa mereka—bukan hanya kepada ilmu, tetapi juga kepada guru-guru dan para pendiri pesantren.

Salah satu momen paling menggetarkan jiwa adalah ziarah ke Makbaroh para Muassis, yaitu pendiri Yayasan Bahrul Ulum. Dilaksanakan usai salat Subuh berjamaah pukul 06.00 WIB, ziarah ini menjadi simbol ikatan batin dan penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu.

Kesan yang Tinggal di Hati

Selama dua hari satu malam, para santri baru tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan madrasah, tapi juga ditempa secara mental, emosional, dan spiritual. MPLM ini adalah awal dari perjalanan panjang, di mana ilmu bukan sekadar pelajaran di kelas, tapi juga nilai-nilai kehidupan yang akan mereka bawa selamanya.

“Capek? Iya. Tapi senang banget, karena banyak pelajaran yang nggak bisa didapat dari buku,” ujar salah satu santri baru sambil tersenyum puas.

Alhamdulillah! 22 Santri PPBU Kelas XII MA. Bahrul Ulum Lulus Seleksi Prestasi Akademik Nasional Peguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2025

KEMBALI bersyukur kepada Allah SWT, pada SPAN-PTKIN tahun 2025 ini, sebanyak 22 santri PPBU kelas XII Madrasah Aliyah Bahrul Ulum, dinyatakan lulus dan diterima masuk Perguruan Tinggi Islam Negeri. “Empat santri diterima di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, empat santri diterima di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dan sisanya, empat belas santri diterima di UIN KH. Achmad Siddiq Jember. Saya terus bersyukur alhamdulillah dan sangat bangga atas prestasi ini.” Tegas H. Aminuddin, SH., Kepala MA. Bahrul Ulum.

Dilansir dari span.ptkin.ac.id, SPAN-PTKIN 2025 merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh perguruan tinggi dalam satu sistem terpadu dan diselenggarakan secara serentak oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Pelaksanaan SPAN-PTKIN secara nasional yang diikuti oleh 59 Perguruan Tinggi tahun ini dinilai telah memenuhi prinsip adil, transparan, dan tidak diskriminatif serta tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan masing-masing PTKIN.

Perguruan Tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah jenjang SLTA, diharapkan dapat menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi tepat waktu berdasarkan rekomendasi Kepala Madrasah. Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya, layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa di Perguruan Tinggi melalui SPAN-PTKIN, “khususnya para santri PP. Bahrul Ulum Besuk Probolinggo.” Tukas Pak Yusri, Kepala Biro Pendidikan PPBU.

Pada momen menggembirakan ini, Abd. Basid F., selaku Kepala Bidang Pengembangan Ekstrakurikuler dan Karir Studi Biro Pendidikan PPBU, atau lebih dikenal Pak Basid, tak ketinggalan menyatakan, “Alhamdulillah, saya, pak Noval dan beberapa anggota Tim Karir Studi Santri bersyukur, bahwa kerjasama tim yang kami bina selama ini, diridhai Allah SWT dan dianugerahi kelulusan santri sebagaimana kami harapkan. Berikutnya, masih ada jalur UTBK, SNBT, dan UMPTKIN, kami berkomitmen mengantarkan santri ke perguruan tinggi melalui jalur-jalur yang ada.” Barakallahu lana wa lakum. Amin. (PPBU-red)

Selamat dan Sukses ! 7 Santri PP. Bahrul Ulum Besuk Probolinggo Kelas XII MA. Bahrul Ulum Lulus Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun Akademik 2025/2026

SELAMAT dan sukses -seraya berbangga hati- kepada para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Bahrul Ulum Besuk Probolinggo Kelas XII MA. Bahrul Ulum yang telah lulus Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada Tahun Akademik 2025/2026. “Alhamdulillah, pada SNBP tahun ini, 5 orang santri diterima pada Universitas Trunojoyo Madura (UTM), 1 orang diterima pada Universitas Negeri Jember (UNEJ), dan 1 orang diterima pada Universitas Negeri Malang (UM)”. H. Aminuddin, SH. selaku Kepala MA. Bahrul Ulum, menjelaskan.

Ust. Yusri, S.HI, Kepala Biro Pendidikan PP. Bahrul Ulum, memaparkan, “Sudah menjadi komitmen PPBU kepada para wali santri dan seluruh stakholders untuk mengantarkan putra-putri mereka yang dipasrahkan pendidikannya pada lembaga-lembaga PPBU, ke jenjang perguruan tinggi. Komitmen ini kami buktikan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan bimbingan belajar, dari jenjang MTs. sampai dengan MA., yang berorientasi mengembangkan minat dan bakat santri pada bidang keilmuan, serta karir studi mereka ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Selain melalui bimbel, Biro Pendidikan juga memiliki tim solid yang terus berusaha menggali informasi dari berbagai institusi, terkait peluang beasiswa studi perguruan tinggi. Semua kami lakukan -dan tak lupa mondo’akan, demi melapangkan jalan bagi para santri mewujudkan cita-cita dan mimpi-mimpi masa depan mereka, menjadi bagian dari khairunnas anfa’uhum linnas.”

“Ke depan atau dalam waktu dekat.” Ust. Yusri melanjutkan, “kami juga akan antarkan santri untuk mengikuti/mengambil jalur-jalur seleksi lainnya, baik jalur UTBK, SBMPTN, UM-PTKIN, atau bahkan jalur MANDIRI. Sungguh, merupakan kebanggaan bagi kami, menyaksikan para santri bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi, lebih-lebih berbeasiswa. Amin Ya Rabbal ‘Alamin…” (PPBU-Red)

Bagi-Bagi Takjil Paguyuban Wali Santri Bersama Segenap Pimpinan dan Civitas Akademika MI. Bahrul Ulum Besuk Probolinggo, 15 Maret 2025.

BERBAGI Takjil rutin dilaksanakan Paguyuban Wali Santri MI. Bahrul Ulum pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Kali ini, dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 15 Maret 2025 jam 16.30 WIB, bertempat di Jl. Raya Besuk No. 247 atau tepatnya di gerbang masuk madrasah. Kegiatan ini melibatkan paguyuban wali santri, pimpinan dan segenap civitas akademika MI. Bahrul Ulum Besuk Probolinggo.

Dalam sesi wawancara, Ust. Musthafa, selaku Kepala Madrasah mengungkapkan. “Berbagi takjil di bulan Ramadan MI. Bahrul Ulum bertujuan: Pertama, meraih keberkahan dan pahala, bahwa memberi makanan untuk berbuka puasa memiliki keutamaan besar dalam Islam. Rasulullah SAW menegaskan, siapa yang memberi makan orang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut. Kedua, menjalin kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah, bahwa berbagi takjil dapat mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar sesama Muslim, baik dalam lingkungan keluarga, tetangga, maupun komunitas pesantren. Ketiga, membantu yang membutuhkan, bahwa tidak semua orang memiliki kemudahan untuk mendapatkan makanan berbuka. Berbagi takjil adalah bentuk kepedulian terhadap mereka yang kurang mampu atau sedang dalam perjalanan. Keempat, menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial, bahwa dengan berbagi, kita semakin menyadari nikmat yang telah diberikan Allah dan terdorong untuk lebih peduli terhadap sesama. Kelima, memperkuat tradisi kebaikan di Bulan Ramadan, bahwa berbagi takjil menjadi salah satu kebiasaan baik yang menambah nilai spiritual dan sosial di bulan penuh berkah ini. Secara khusus, berbagi takjil merupakan bagian dari program pembelajaran santri dalam menerapkan nilai-nilai Islam secara nyata. Demikian di antara tujuan-tujuannya.” Tegasnya.

Selamat! Semoga barokah bulan Ramadhan tahun 1446 H ini menjadi milik kita semua. Amin Ya Rabbal ‘Alamin… (PPBU-Red)

“Membentuk Karakter Islami Anak melalui Peningkatan Peran Orang Tua di Bulan Ramadhan.” Sarasehan Pendidikan bersama KH. Moch. Mahrus (Anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi Gerindra), 08 Maret 2025.

SARASEHAN Pendidikan dengan tema “Membentuk Karakter Islami Anak melalui Peningkatan Peran Orang Tua di Bulan Ramadhan”, dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2025 di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Besuk Probolinggo. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari unsur pengelola pendidikan pesantren, pengasuh musholla, dan para usatidz/ustadzat. “Sarasehan ini bertujuan membekali para ustadz/ustadzah yang sekaligus adalah para orang tua/wali, tentang bagaimana mengelola pendidikan dan pembinaan karakter bagi anak, khususnya di bulan Ramadhan ini. ” Ujar Ust. Dayat selaku Ketua Panitia.

Ust. H. Zaky Al Yamany, narasumber sarasehan, menekankan pentingnya niat yang lurus-benar sebagai langkah awal pendidikan karakter anak, sebelum kemudian melakukan langkah-langkah penguatan karakter religius dan akhlak Islami. Menurutnya, tidak ada opsi lain selain patokan/nilai-nilai agama sebagai parameter kesalehan karakter, bahwa menginginkan anak shaleh mengharuskan peran lebih orang tua sebelum lembaga pendidikan, bahwa keturunan yang shaleh adalah investasi terbesar dunia-akhirat yang harus terus diperjuangkan.

Ust. Fathul Qorib, dari sisi hukum mengulas landasan-landasan legal terkait pendidikan anak, khususnya pendidikan karakter, bahwa perspektif legal-formal, pendidikan anak atau pendidikan karakter anak -sebagaimana menjadi tema sarasehan ini, tidak saja menjadi tanggung jawab orang tua/wali, tetapi juga merupakan tanggung jawab negara, “negara harus hadir untuk selalu menyupport semua pihak yang bergulat dengan pendidikan anak, baik pada aspek pembiayaan pendidikan, maupun profesionalisasi tenaga pendidik, dan khususnya peran orang tua. Pembinaan semacam ini perlu lebih sering diadakan.”

Mengakhiri acara sarasehan pendidikan, KH. Moch. Mahrus (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra) menyampaikan, “Pertemuan-pertemuan seperti ini akan terus kami dukung. Terbukti, dari wacana pendidikan karakter kali ini, banyak hal bisa kami bawa dan jadikan pertimbangan dalam rapat-rapat Komisi DPR Provinsi, khususnya di komisi kami (Komisi C bidang keuangan). Kami pastikan, negara akan selalu hadir mengatasi permasalahan-permasalahan semua lini pendidikan. Bagaimanapun isu beredar terkait efisiensi anggaran pemerintah yang berimbas pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kami perjuangkan, kami kawal agar program efisiensi tersebut tidak berpengaruh pada besaran dana BOS diterima lembaga pendidikan, wa bil khusus, lembaga-lembaga pendidikan swasta. Akhirnya, saya ucapkan terimakasih tak terhingga kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan Sarasehan Pendidikan ini. Semoga perjuangan kita semua senantiasa diridhai Allah SWT. Amin…”

Acara lalu ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh KH. Mutamakkin Billa, Pengasuh PP. Bahrul Ulum Besuk Probolinggo. (PPBU-red)