Bagi-Bagi Takjil Paguyuban Wali Santri Bersama Segenap Pimpinan dan Civitas Akademika MI. Bahrul Ulum Besuk Probolinggo, 15 Maret 2025.

BERBAGI Takjil rutin dilaksanakan Paguyuban Wali Santri MI. Bahrul Ulum pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Kali ini, dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 15 Maret 2025 jam 16.30 WIB, bertempat di Jl. Raya Besuk No. 247 atau tepatnya di gerbang masuk madrasah. Kegiatan ini melibatkan paguyuban wali santri, pimpinan dan segenap civitas akademika MI. Bahrul Ulum Besuk Probolinggo.

Dalam sesi wawancara, Ust. Musthafa, selaku Kepala Madrasah mengungkapkan. “Berbagi takjil di bulan Ramadan MI. Bahrul Ulum bertujuan: Pertama, meraih keberkahan dan pahala, bahwa memberi makanan untuk berbuka puasa memiliki keutamaan besar dalam Islam. Rasulullah SAW menegaskan, siapa yang memberi makan orang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut. Kedua, menjalin kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah, bahwa berbagi takjil dapat mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar sesama Muslim, baik dalam lingkungan keluarga, tetangga, maupun komunitas pesantren. Ketiga, membantu yang membutuhkan, bahwa tidak semua orang memiliki kemudahan untuk mendapatkan makanan berbuka. Berbagi takjil adalah bentuk kepedulian terhadap mereka yang kurang mampu atau sedang dalam perjalanan. Keempat, menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial, bahwa dengan berbagi, kita semakin menyadari nikmat yang telah diberikan Allah dan terdorong untuk lebih peduli terhadap sesama. Kelima, memperkuat tradisi kebaikan di Bulan Ramadan, bahwa berbagi takjil menjadi salah satu kebiasaan baik yang menambah nilai spiritual dan sosial di bulan penuh berkah ini. Secara khusus, berbagi takjil merupakan bagian dari program pembelajaran santri dalam menerapkan nilai-nilai Islam secara nyata. Demikian di antara tujuan-tujuannya.” Tegasnya.

Selamat! Semoga barokah bulan Ramadhan tahun 1446 H ini menjadi milik kita semua. Amin Ya Rabbal ‘Alamin… (PPBU-Red)

“Membentuk Karakter Islami Anak melalui Peningkatan Peran Orang Tua di Bulan Ramadhan.” Sarasehan Pendidikan bersama KH. Moch. Mahrus (Anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi Gerindra), 08 Maret 2025.

SARASEHAN Pendidikan dengan tema “Membentuk Karakter Islami Anak melalui Peningkatan Peran Orang Tua di Bulan Ramadhan”, dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2025 di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Besuk Probolinggo. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari unsur pengelola pendidikan pesantren, pengasuh musholla, dan para usatidz/ustadzat. “Sarasehan ini bertujuan membekali para ustadz/ustadzah yang sekaligus adalah para orang tua/wali, tentang bagaimana mengelola pendidikan dan pembinaan karakter bagi anak, khususnya di bulan Ramadhan ini. ” Ujar Ust. Dayat selaku Ketua Panitia.

Ust. H. Zaky Al Yamany, narasumber sarasehan, menekankan pentingnya niat yang lurus-benar sebagai langkah awal pendidikan karakter anak, sebelum kemudian melakukan langkah-langkah penguatan karakter religius dan akhlak Islami. Menurutnya, tidak ada opsi lain selain patokan/nilai-nilai agama sebagai parameter kesalehan karakter, bahwa menginginkan anak shaleh mengharuskan peran lebih orang tua sebelum lembaga pendidikan, bahwa keturunan yang shaleh adalah investasi terbesar dunia-akhirat yang harus terus diperjuangkan.

Ust. Fathul Qorib, dari sisi hukum mengulas landasan-landasan legal terkait pendidikan anak, khususnya pendidikan karakter, bahwa perspektif legal-formal, pendidikan anak atau pendidikan karakter anak -sebagaimana menjadi tema sarasehan ini, tidak saja menjadi tanggung jawab orang tua/wali, tetapi juga merupakan tanggung jawab negara, “negara harus hadir untuk selalu menyupport semua pihak yang bergulat dengan pendidikan anak, baik pada aspek pembiayaan pendidikan, maupun profesionalisasi tenaga pendidik, dan khususnya peran orang tua. Pembinaan semacam ini perlu lebih sering diadakan.”

Mengakhiri acara sarasehan pendidikan, KH. Moch. Mahrus (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra) menyampaikan, “Pertemuan-pertemuan seperti ini akan terus kami dukung. Terbukti, dari wacana pendidikan karakter kali ini, banyak hal bisa kami bawa dan jadikan pertimbangan dalam rapat-rapat Komisi DPR Provinsi, khususnya di komisi kami (Komisi C bidang keuangan). Kami pastikan, negara akan selalu hadir mengatasi permasalahan-permasalahan semua lini pendidikan. Bagaimanapun isu beredar terkait efisiensi anggaran pemerintah yang berimbas pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kami perjuangkan, kami kawal agar program efisiensi tersebut tidak berpengaruh pada besaran dana BOS diterima lembaga pendidikan, wa bil khusus, lembaga-lembaga pendidikan swasta. Akhirnya, saya ucapkan terimakasih tak terhingga kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan Sarasehan Pendidikan ini. Semoga perjuangan kita semua senantiasa diridhai Allah SWT. Amin…”

Acara lalu ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh KH. Mutamakkin Billa, Pengasuh PP. Bahrul Ulum Besuk Probolinggo. (PPBU-red)